Permasalahan
Kadang-kadang komputer restart setelah BIOS POST {power on self test} atau setelah splash screen Windows XP dan Anda tidak mengetahui kesalahan yang terjadi karena komputer langsung restart.
Cara Mengatasi
1. Agar komputer tidak restart sendiri dan pesan kesalahan dapat diketahui maka kita harus mematikan fasilitas otomatis restart pada windows.
2. Klik Start > klik kanan My Computer > Properties
3. Pindah ke tab Advanced. Pada bagian startup dan recorvery klik tombol settings.
4. Muncul jendela Startup dan Recovery.Hilangkan centang pada pilihan Automatically Restart.
5. Pilih OK
Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...
Sabtu, 31 Desember 2011
Agar Komputer Tidak Otomatis Restart
Komputer Sering Restart Terus-Menerus
Permasalahan
Komputer yang Anda gunakan restart terus-menerus sewaktu digunakan.
Cara Mengatasi
1. Restart terus-menerus dapat terjadi karena beberapa hal di antaranya, suhu sistem komputer terlalu panas, motherboard rusak, power supply rusak, driver ada yang tidak cocok/bentrok dengan driver lain, dan RAM rusak.
2. Periksalah RAM komputer anda, mungkin kotor karena debu, atau kurang kencang pada pemasangan slot RAM anda, jika demikian, coba bersihkan slot dan RAM menggunakan kuas pembersih debu. Coba pasang RAM anda pada PC komputer lainnya, untuk memastikan keadaan RAM anda. Apakah masih bisa digunakan ??
3. Jika power supply yang rusak sebaiknya Anda ganti dengan yang baru.
4. Jika ada driver yang bentrok maka ingat-ingat kapan terakhir kali Anda sering meng-install driver hardware Anda yang menyebabkan komputer sering restart. uninstall driver tersebut cari driver terbaru lewat internet. Atau Anda bisa menggunakan sistem restore untuk mengembalikan seting-an komputer kembali seperti sebelum terjadi komputer restart terus-menerus/normal.
5. Jika motherboard rusak Anda bisa lihat solusinya pada bagian "Komputer sering restart karena kapasitor motherboard rusak"
Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...
Minggu, 25 Desember 2011
5 Cara Mengetahui Kesuksesan Blog Anda
Memulai sebuah blog di internet bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian orang yang baru memulai buat blog di internet. Masa-masa ketika seseorang belajar membuat blog, kemudian mengumpulkan artikel-artikel yang digabung menjadi sebuah posting, mulai mendapatkan subscriber atau pembaca blog, lalu tidak betah dengan template satu lalu berpindah ke template yang lein. Yang tidak kalah menariknya adalah ketika mulai berdatangan komentar-komentar yang ada di blog kita. Namun setelah blog tersebut mulai dibanjiri dengan ratusan posting oleh sang empunya blog, kemudian oleh ribuan komentar yang datang, apakah blog tersebut kini sudah bisa dibilang blog sukses?
Namun sesungguhnya pekerjaan sebagai seorang blogger adalah pekerjaan yang butuh kerja keras. Tidak ada sebuah blog menjadi terkenal hanya dalam semalam, kecuali blog tersebut memang dibuat oleh seorang blogger yang sudah terkenal, jadi pantas saja kalau keesokan harinya pembaca yang berlangganan blog tersebut mulai menyemut untuk berebut artikel baru.
Banyak blogger yang menyerah diperjalanan mereka meng-update blog, memberikan komentar, blogwalking dan yang paling parah mereka berhenti ketika melihat blog mereka tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya membuang waktu percuma untuk mengurusi blog miliknya.
Jika anda ingin tahu bahwa sebenarnya jutaan manusia yang ingin menjadi subscriber blog anda, ribuan komisi dari iklan atau affiliasi yang ingin menyambangi blog anda, lalu apakah anda termasuk kepada orang yang gampang menyerah?, atau justru anda ingin membuat blog anda jauh lebih baik dan bisa mendatangkan profit untuk anda?.
Oke, 5 tanda simpel berikut ini adalah tanda yang bisa anda pakai untuk mengukur sejauh manaa sebenarnya blog anda untuk mencapai blog yang sukses atau mungkin dalam proses pencapaian-nya.
Komentar
Komentar adalah sebuah indikasi dimana banyak komentar belum tentu menandakan blog anda sudah sukses, karena banyak komentar yang hinggap di blog anda adalah relatif. Coba bayangkan kalau blog anda berhasil meraih 1000 komentar namun isi semua dari komentar tersebut hanya berbunyi "nice post....", apakah blog anda bisa dibilang sukses?. Jadi jumlah komentar yang banyak belum tentu menjadikan blog anda terkenal, karena dengan komentar yang sedikit tapi berbobot adalah ciri dimana blog anda bisa membuat pembaca tertarik untuk berkomentar dengan tulus tanpa harus terpaksa seperti harus meninggalkan jejak/backlink. Justru karena konten/posting anda yang bermutu sehingga indikasi komentar yang berbobot adalah ciri-ciri tanda blog anda sukses.
Subscriber
jumlah subscriber (pembaca setia yang berlangganan lewat email) yang banyak memang menjadi dambaan setiap blogger. Jika jumlah mereka terus bertambah dan bertambah itu artinya blog anda sudah tepat pada jalurnya. Butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan jumlah pembaca tetap anda. namun biar lambat tapi pasti, pertumbuhan subscriber anda pasti akan terus berkembang sampai akhirnya bisa menembus angka 3 digit kalau kita "menyadari" bahwa pekerjaan sebagai blogger tidak hanya membuat artikel tapi seorang blogger harus bisa memprediksikan bagaimana dia bisa menggunakan social media yang ada (Facebook misalnya) untuk mencari pembaca sebanyak-banyaknya, serta membuat artikel yang teratur dan mampu meng-evaluasi seberapa efektifkah artikel yang sudah ditulisnya.
Link
link adalah sebuah harga mati untuk kelangsungan sebuah blog. Dengan link, blog anda akan mendapatkan perhatian dari segala penjuru internet, mulai dari search engine sampai dengan social media yang terus berkembang. Jadikanlah blog anda pusat perhatian dunia blogging. Miliki link yang banyak yang menuju blog anda. Satu dari cara untuk mendapatkan link berkualitas adalah dengan membuat konten yang berkualitas. Semakin banyak konten tersebut, semakin jelas anda terlihat dan semakin banyak inbound link yang anda dapatkan. Segeralah bertukar link dengan sesama blogger dan mulailah menulis artikel yang bermutu dan yang terpenting ber-kolaborasilah dengan sesama blogger, entah itu lewat blogwalking, komentar, menjadi guest writter dan sebagainya.
Teman
Menyambung point ke 3, memiliki teman blogging adalah menyenangkan, namun sebaiknya anda mencari teman yang memiliki minat yang sama dengan niche blog anda. Karena kesuksesan jangka panjang anda bergantung kepada kepada siapa anda berteman dalam dunia blogging saat ini. Perluaslah jaringan pergaulan anda, temukan teman-teman baru untuk saling berbagi pengalaman. Karena dengan berteman atau berguru kepada orang yang memiliki minat yang sama akan jauh lebih baik daripada anda mengikuti kursus-kursus bisnis online.
Niche
Banyak blogger membuat kesalahan pertama ketika membuat blog, yaitu dengan tidak memberikan "niche" yang jelas di blog mereka. Saya pun pernah melakukan kesalahan ini. Jika blogging adalah hobi anda, janganlah anda membuat pagar yang membatasi karir dan kesenangan anda saat ini. Namun jika anda seorang blogprenur yang ingin me-monetize blog pribadi anda atau anda ingin memilih profesi blogger sebagai pekerjaan utama anda, anda harus memberikan definisi ysng jelas kepada pembaca blog anda dan target pasar yang anda bidik.
ke-5 barometer diatas mungkin anda bisa jadikan patokan bahwa anda tidak sia-sia dalam mengurusi blog anda. Artinya semua waktu yang telah anda investasikan bisa jadi akan membuahkan hasil dimana satu dari 5 tanda kesuksesan blog diatas telah anda temukan , atau bahkan semua dari 5 tanda tersebut kini ada pada blog anda.
Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...
Sabtu, 03 Desember 2011
Susi Pudjiastuti; Dulu Bakul Ikan, Kini Punya 50 Pesawat Jual Cincin untuk Modal, Pinjam Bank Dianggap Gila
GUS WIRAWAN, Pangandaran
Sumber : Jawapos, 23 Maret 2010
Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan dua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.
ANGIN laut bertiup kencang saat pesawat Cessna yang membawa Jawa Pos mendekati Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Setelah berputar sekali di atas perairan biru, pesawat berkapasitas 10 penumpang itu lantas menukik, kemudian mendarat di bibir pantai yang indah.
Konstruksi landasan yang biasa dipakai take-off dan landing itu terbuat dari campuran pasir-batu yang dipadatkan. ”Ini bandara private (milik pribadi). Panjangnya satu kilometer,” ujar wanita paro baya yang menyambut Jawa Pos dengan ramah.
Namanya Susi Pudjiastuti, presiden direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Rambutnya ikal kemerahan, suaranya serak-serak, namun pembawaannya supel.
Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi -panggilan akrabnya- juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya.
”Saya suka belajar bahasa apa aja. Yang penting bisa buat marah dan memerintah. Sebab, dengan itu, saya bisa bekerja,” ujarnya lantas tertawa.
Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965, tersebut memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya, Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, dan Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti Papua dan Kalimantan.
”Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.
Susi tak mematok harga sewa pesawat secara khusus. Sebab, hal itu bergantung pelayanan yang diminta pihak penyewa. Biaya sewanya pun bermacam-macam, tapi rata-rata USD 400-USD 500 per jam.
”Kadang ada yang mau USD 600-USD 700 per jam. Perusahaan minyak mau bayar USD 1.000 karena beda-beda level service yang dituntut. Untuk keperluan terbang, semua peranti disediakan Susi Air. Pesawat, pilot, maupun bahan bakar. Jadi, itu harga nett mereka tinggal bayar,” tegasnya.
Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.
”Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
Kerja keras pun dilakoni saat itu. Mulai berjualan baju, bedcover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkih. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. ”Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.
Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan). ”Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya.
Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta. ”Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu.
Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam.
Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman itu mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan. ”Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya.
Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara, sekarang PT DI). Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi karena Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi. ”Restoran saya memang ramai. Sehari bisa 70-100 tamu,” katanya.
Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut dia, adalah membangun landasan di desa-desa nelayan. ”Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.
Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separo.
”Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain ma orang bank dan dianggap gila. Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar, katanya,” ujar Susi.
Baru pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. ”Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulabouh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air, dan tenda-tenda,” ungkapnya.
Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga nonpemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh.
”Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.
Perkembangan bisnis sewa pesawat terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. ”Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.
Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui. ”Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya.
Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran, dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar. ”Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta-Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk angkut perikanan kami,” ujarnya.
Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. ”Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme. (c5/leak)
Selengkapnya...